Skip to content

Pembuat Cokelat Jepang Impor dari Sulawesi Alami Penurunan Penjualan 80%

Produsen cokelat Jepang Keiichi Yoshino yang membuat cokelat dari kakao Sulawesi Indonesia di saat pandemi Corona saat ini mengalami penurunan penjualan 80%. Meskipun demikian Yoshino tetap akan membantu petani kakao Indonesia di saat yang susah sekali pun. "Saya bukan cari uang keuntungan melulu, kalau melihat muka petani senang saya juga senang. Olehkarena itu saya berusaha meningkatkan hidup petani kakao Indonesia lebih baik lagi," paparnya.

Yoshino memulai bisnisnya dengan Indonesia sejak 2011 selama 5 tahun bolak balik ke Indonesia. "Tahun 2016 saya buka anak perusahaan di Indonesia dengan dana 3 juta yen. Selama 2011 5 tahun bolak balik ke Sulawesi terkadang para petani mungkin bertanya ya bos ini kembali tidak ya ke sini, tapi untunglah akhirnya mereka percaya kepada saya," paparnya lagi. Selain itu kini Yoshino juga sedang membuat mesin grinding kecil selama 4 tahun mengembangkannya dan berharap kalau sudah jadi bisa disebarkanke berbagai konbini di Jepang.

"Namun juga tergantung kualitas coklat harus dipersembahkan dengan kualitas tinggi, kalau tidak ya tak akan laku nanti," paparnya. Dengan meningkatkan kualitas kehidupan petani di Indonesia dan anak anak petani merasakan coklat Dari K, berharap kebanggaan anak anak terhadap orang tuanya juga meningkat. "Anak anak bisa merasakan oh ini coklat yang dibuat oleh ayahnya, dengan begitu mereka akan bahagia karena hasil kerja ayahnya bisa dirasakan bersama demi kebahagiaan keluarganya bahkan sampai ke Jepang."

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre open Online Belanja TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang untuk warga yang ada di Jepang. Indo lengkap lewat email: [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *