Skip to content

Lahirkan Bayi Tanpa Hamil, Ternyata Siti Jainah Masih Istri Safiuloh, Polisi Pun Akan Gelar Tes DNA

Cerita wanita melahirkan tanpa hamil di kampung Gabungan, RT 02/02, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur masih menjadi kontroversi. Bahkan pihak kepolisian pun mulai kebagian repot, mereka turun tangan untuk membuktikan sebenarnya siapa ayah dari bayi tersebut. Sosok ayah bayi perempuan yang lahir dari rahim Siti Jainah, warga Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih jadi misteri.

Siti Jainah (25) mengaku melahirkan tanpa hamil. Pihak Polsek Cidaun, turun tangan karena peristiwa tersebut membuat heboh warga. Aparat berusaha meredam kehebohan tersebut.

Pengakuan Siti Jainah yang melahirkan tanpa hamil layaknya ibu hamil selama 9 bulan dianggap tidak wajar. Tidak hanya Polsek Cidauan, Polres Cianjur pun ikut bergerak mencari fakta siapa ayah bayi perempuan yang mendadak lahir itu. Kemarin, Kapolres Cianjur AKBP M Rifai, mengatakan polisi akan melakukan tes DNA bayi perempuan siti jainah.

Tindakan tes DNA tersebut dilakukan untuk memastikan bayi itu benar benar lahir dengan proses kehamilan normal. "Tes itu dilakukan untuk menepis isu jika perempuan di Cidaun tersebut melahirkan tanpa hubungan seksual. Jadi kami akan melakukan tes DNA," ujar Kapolres di Cianjur. Kapolres mengatakan, sampel DNA yang akan diambil ialah sampel dari bayi dan suami dari Siti Zainah yang melahirkan tanpa merasa proses hamil.

Hasil dari tes DNA ini belum dirilis oleh pihak kepolisian. Selain mengambil sampel dari bayi perempuan Siti Jainah, polisi juga akan mengambil sampe DNA dari suami Siti Jainah. Dari Kantor Urusan Agama (KUA) Cidaun terungkap status dan nama suami Siti Jainah.

Meski Siti Jainah mengaku sudah bercerai selama 4 bulan dengan suaminya, fakta di KUA Cidaun berbeda. Ternyata, Siti Jainah dan Muhammad Sofiuloh masih tercatat sebagai suami istri. Kepala KUA Cidaun Dasep, mengatakan warga atas nama Siti Zainah dan suaminya masih tercatat di berkas KUA Kecamatan Cidaun sebagai suami istri.

"Siti Zainah dan Muhammad Sofiuloh masih tercatat suami istri pernikahannya tercatat pada hari Selasa 2 Mei 2017, jadi kami tegaskan secara hukum negara belum ada penceraian," ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (17/2/2021). Dasep mengatajan, karena pernikahannya secara resmi terdaftar di kantor urusan agama Cidaun maka seharusnya perceraiannya juga harus secara resmi di pengadilan dan nantinya ada tembusan ke Kantor Urusan Agama Cidaun. "Kalau hanya perceraian di bawah tangan, ya, tetap di catatan buku KUA masih suami istri, memang bisa secara hukum agama itu sudah cerai," katanya.

Pihaknya mengatakan, meski kemungkinan sudah berpisah secara di bawah tangan, tapi proses perceraian secara hukum seharusnya ditempuh oleh keduanya. Tes DNA Memastikan Bayi Lahir Hasil Perkawinan Pihak kepolisian telah melakukan pengecekan dan berencana akan melakukan tes DNA terkait viralnya janda muda 25 tahun warga Kecamatan Cidaun yang mengaku melahirkan tanpa merasa mengandung 9 bulan.

Polres Cianjur dan Polsek Cidaun akan menelusuri melalui keterangan dan menggali informasi. Kapolres Cianjur AKBP M Rifai, mengatakan, tes DNA tersebut dilakukan untuk memastikan bayi itu benar benar lahir dengan proses kehamilan normal. "Tes itu dilakukan untuk menepis isu jika perempuan di Cidaun tersebut melahirkan tanpa hubungan seksual. Jadi kami akan melakukan tes DNA," ujar Kapolres di Cianjur.

Kapolres mengatakan, sampel DNA yang akan diambil ialah sampel dari bayi dan suami dari Siti Zainah yang melahirkan tanpa merasa proses hamil. Siti dan suaminya baru berpisah selama empat bulan. Diduga bayi itu merupakan hasil hubungan antara Siti dan suaminya sebelum mereka berpisah.

"Maka dari itu, kami akan tes DNA dari bayi dan suaminya perempuan itu. Kalau cocok, berarti memang itu anaknya dan hasil hubungan sebelum berpisah, sehingga isu yang beredar bisa terbantahkan," katanya. Sebelumnya diberitakan, pihak kepolisian Sektor Cidaun, Kabupaten Cianjur akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait viralnya kabar seorang janda muda yang tiba tiba melahirkan tanpa merasa mengandung 9 bulan terlebih dahulu. Pengecekan akan dilakukan untuk meluruskan berita yang masih simpang siur dan menjadi opini di masyarakat.

"Jadi terkait kabar ini kami sudah melakukan pengecekan ke rumah tempat sang ibu tersebut melahirkan. Kami akan melakukan pengecekan dari kabar yang masih simpang siur ini," ujar Kapolsek Cidaun AKP Sumardi melalui sambungan telepon. Kapolsek mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan jika sang ibu sempat menikah dengan seorang warga Kecamatan Agrabinta tapi kemudian bercerai. "Saya mendengar sang ibu sudah bercerai selama 4 bulan," kata Kapolsek.

Kapolsek mengatakan, informasi tersebut menjadi bekal pihak kepolisian untuk mencari keterangan lebih lanjut lagi. "Kami berharap pengecekan yang akan kami lakukan bisa memberikan pencerahan untuk kabar yang masih simpang siur ini," katanya. Kapolsek mengatakan, semua unsur muspika mulai dari Danramil, Camat, termasuk kepala Puskesmas sudah mendatangi rumah tempat di mana ibu tersebut melahirkan.

Peristiwa tak biasa menggegerkan warga di Cianjur selatan. Ini karena seorang janda muda tiba tiba melahirkan. Janda muda ini mengaku tak merasakan kehamilan atau proses mengandung selama kehamilan.

Hingga saat hari Rabu (10/2/2021), ia melahirkan bayi perempuan. Proses persalinannya dibantu bidan. Ibu yang baru melahirkan itu bernama Siti Zainah.

Ia merupakan warga Kampung Gabungan, RT 02/02, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Siti sebelumnya pernah menikah dengan seorang pria asal Agrabinta. Namun mereka bercerai empat bulan lalu.

Siti Zainah (25) mengatakan, awalnya ia tidak merasa seperti orang hamil. Perutnya pun tidak buncit, tapi rata seperti biasa. "Beberapa jam sebelum melahirkan perasaan saya merasa ada yang masuk ke dalam rahim saya dan terasa sakit, setelah itu selama 15 menit perut saya tiba tiba buncit dan membesar selang dua menit perut saya kembali rata dan besar lagi dan akhirnya perut saya merasakan mules dan langsung melahirkan bayi berjenis perempuan," katanya saat ditemui Muspika Cidaun di kediamannya, Sabtu (13/2/2021).

Siti mengatakan, kalau proses kelahirannya dibantu oleh bidan puskemas. "Kalau proses haid saya normal sebulan sekali makanya saya kaget tiba tiba perut saya bisa langsung hamil dan melahirkan bayi. Jujur saja hingga sekarang ini saya masih merasa kaget, mungkin ini sudah takdir dari Allah SWT yang terpenting saya dan Dede bayi sehat," katanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *