Skip to content

Earth Day 2021 atau Hari Bumi Sedunia: Berikut Tema Peringatan dan Sejarahnya

Earth Day 2021 atau Hari Bumi Sedunia diperingati pada hari ini, Kamis (22/4/2021). Tema Hari Bumi Sedunia 2021 yakni "Restore Our Earth" atau Pulihkan Bumi Kita. Dikutip dari laman Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, tema Hari Bumi Sedunia itu berfokus pada proses alami, teknologi hijau yang muncul serta pemikiran inovatif yang dapat memulihkan ekosistem dunia.

"Semua masyarakat yang ada di bumi membutuhkan bumi yang sehat untuk mendukung pekerjaan, mata pencaharian, kesehatan dan kelangsungan hidup," tulis laman tersebut. Mesin pencarian populer, Google juga merayakan Hari Bumi Internasional 2021 ini melalui doodlesnya. Hal ini terlihat dari halaman utama mesin pencarian ini yang menunjukkan video animasi 40 detik.

Dari tayangannya, melihatkan bahwa setiap orang dapat menanam benih pohon yang nantinya benih tersebut akan tumbuh besar seiring bertambahnya usia penanam. Tidak hanya itu, diperlihatkan juga pentingnya mengajak generasi selanjutnya untuk menanam pohon demi masa depan yang lebih baik lagi. Hari Bumi ini — dan setiap hari — kami mendorong setiap orang untuk menemukan satu tindakan kecil yang dapat mereka lakukan untuk memulihkan Bumi kita."

"Itu pasti akan berakar dan berkembang menjadi sesuatu yang indah, " tulis Google di laman Doodlesnya. Lantas apa itu Hari Bumi Sedunia? Bagaimana sejarahnya? Dikutip dari laman earthday.org, Hari Bumi Internasional diperingati setiap tangga 22 April.

Beberapa dekade sebelum lahirnya Hari Bumi, orang Amerika mengonsumsi gas bertimbal dalam jumlah besar dan tidak efisien. Sampai titik ini, arus utama Amerika sebagian besar tetap tidak menyadari masalah lingkungan dan bagaimana lingkungan yang tercemar mengancam kesehatan manusia. Di tahun 1962, hal itu berubah setelah terbitnya buku best seller Silent Spring karangan Rachel Carson New York Times.

Buku ini terjual lebih dari 500.000 eksemplar di 24 negara karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran dan kepedulian publik terhadap organisme hidup, lingkungan dan hubungan yang tak terpisahkan antara polusi dan kesehatan masyarakat. Seorang senator junior dari Wisconsin, Gaylord Nelson telah lama mengkhawatirkan lingkungan yang memburuk di Amerika Serikat. Pada Januari 1969, dia dan beberapa orang menyaksikan kerusakan akibat tumpahan minyak besar besaran di Santa Barbara, California.

Terinspirasi oleh gerakan mahasiswa anti perang, Senator Nelson ingin menanamkan energi protes anti perang mahasiswa dengan kesadaran publik yang muncul tentang polusi udara dan air. Senator Nelson mengumumkan gagasan untuk mengajar di kampus kampus kepada media nasional, dan membujuk Pete McCloskey, seorang Anggota Kongres Partai Republik yang berpikiran konservasi, untuk menjadi wakil ketua. Mereka merekrut Denis Hayes, seorang aktivis muda, untuk mengatur pengajaran kampus dan mereka memilih 22 April, hari kerja antara Libur Musim Semi dan Ujian Akhir, untuk memaksimalkan partisipasi siswa terbesar.

Mereka mengganti nama menjadi Hari Bumi, yang segera menarik perhatian media nasional, dan menyebar ke seluruh negeri. Hari Bumi menginspirasi 20 juta orang Amerika pada saat itu, 10% dari total populasi Amerika Serikat untuk turun ke jalan, taman dan auditorium untuk mendemonstrasikan dampak dari 150 tahun pembangunan industri. Pada akhir tahun 1970, Hari Bumi pertama mengarah pada pembentukan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat dan disahkannya undang undang lingkungan pertama.

Mendekati tahun 1990, sekelompok pemimpin lingkungan mengajak Denis Hayes untuk mengatur kampanye besar lainnya. Ini membuat Hari Bumi menjadi global. 200 juta orang di 141 negara dan mengangkat masalah lingkungan ke panggung dunia.

Di tahun 1992, Hari Bumi dibahas dalam pertemuan PBB di Rio de Janeiro. Di tahun 2000, Hari Bumi memanfaatkan kekuatan media digital untuk membangun jutaan percakapan lokal di lebih dari 180 negara. Pada 2010, Hari Bumi melibatkan 75.000 mitra global di 192 negara.

Hari Bumi 2020 menandai 50 tahun dengan aktivasi global yang bertujuan untuk memobilisasi satu miliar orang di seluruh dunia untuk tindakan transformatif bagi planet ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *